Home / Staff Pengajar / Dr. Dra., Nisa Rachmah Nur Anganthi, M.Si

Dr. Dra., Nisa Rachmah Nur Anganthi, M.Si

nisa
Nama Lengkap :
Nisa Rachmah Nur Anganthi, Dra., MSi., Dr., Psikolog

Email :
Nisa.Rachmah.Nur.Anganthi@ums.ac.id

Latar Belakang Pendidikan :
S-3 Fakultas Psikologi Universitas Gadjah Mada, 2010
S-2 Fakultas Psikologi Universitas Gadjah Mada, 1998
S-1 Universitas Airlangga Surabaya, 1991

Bidang Pengajaran :
Psikologi Kesehatan
Model Perubahan Perilaku
Psikologi Klinis Lanjut
Teori dan Metode Penelitian Psikologi Klinis

Publikasi :
Anganthi, N.R.N. (2015).Well Being dalam Perspektif Spiritualitas Islam. Prosiding Seminar Nasional Psikologi dan Kemanusiaan (ISBN: 978-979-796-324-8)

Anganthi, N.R.N. (2014). Spiritualitas Sebagai Nilai Ketahanan Keluarga: Studi Kasus Pada Karyawan Pendidikan Tinggi Berbasis Agama di Surakarta. Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Ketahanan Keluarga Sebagai Aset Bangsa (ISBN: 978-979-3220-32-1)


Anganthi, N.R.N. (2013). Well Being Withing Positive Psychology Perspective.Proceeding Southeast-Asia Psychology International Conference
(ISSN: 2337-9766)

Anganthi, N.R.N. (2012). Implementasi Nilai-Nilai Hidup Islami pada Pekerja Industri Batik. Prosiding Seminar Nasional Menuju Masyarakat Madani dan Lestari (ISBN : 978-979-98438-7-6)

Anganthi, N.R.N. (2011). Pola Kenakalan Penyalahgunaan Napza. Jurnal Psikologi Gunadarma (ISSN: 2086-3047. Vol.5 No. 2, Juni)

Anganthi, N.R.N. (2011). Komunikasi Seksual Pasutri & Kualitas Hidup. Proceeding Psikologi Islam (ISBN : 978-602-958-389-2)

Anganthi, N.R.N. (2008). Pola Komunikasi Seksualitas pada Pasangan Suami Istri. Jurnal Indegenos.

Anganthi, N.R.N. (2006). Kebermaknaan hidup hafidzul Quran. Jurnal Indegenos.

Anganthi, N.R.N. (2006). Implikasi Nilai Spiritualitas dalam Proses Terapeutik. Jurnal Psikologi Islami.

Anganthi, N.R.N. (2006). Kontroversi Debriefing. Proceeding Psikologi.

Taufik, & Anganthi, N.R. (2005). Seksualitas remaja: perbedaan seksualitas antara remaja yang melakukan hubungan seksual dan remaja yang tidak melakukan hubungan seksual. Humaniora, 5, 115-129